Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Kenali Penyakit Behçet Sejak Dini

You are currently viewing Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Kenali Penyakit Behçet Sejak Dini

Sariawan umumnya dianggap sebagai keluhan ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, bila sariawan muncul berulang kali, terasa sangat nyeri, dan disertai keluhan lain seperti mata merah atau luka di area genital, kondisi tersebut patut diwaspadai. Salah satu penyakit yang dapat menimbulkan keluhan tersebut adalah penyakit Behçet, sebuah penyakit inflamasi kronis yang berkaitan dengan gangguan sistem imun.

Penyakit Behçet pertama kali ditemukan oleh Hulusi Behçet dari Istanbul pada tahun 1937. Kondisi termasuk dalam kelompok penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari infeksi justru menjadi terlalu aktif dan menyerang jaringan tubuh sendiri. Akibatnya, terjadi peradangan pada pembuluh darah yang dapat memengaruhi berbagai organ, mulai dari mulut, kulit, mata, hingga organ dalam seperti pembuluh darah besar dan sistem saraf. Dari sisi epidemiologi, penyakit ini tergolong langka dan memiliki variasi prevalensi yang besar antar wilayah. Prevalensi tertinggi dilaporkan di negara sepanjang jalur Sutra seperti Turki (sekitar 20–420 kasus per 100.000 penduduk), diikuti Timur Tengah dan Asia Timur, sementara di Eropa Barat dan Asia Tenggara prevalensinya jauh lebih rendah, umumnya <10 per 100.000 penduduk. Sebagian besar pasien yang mengalami penyakit Behcet berusia 20 hingga 40 tahun. Meskipun tergolong jarang, penyakit ini dapat berdampak serius bila tidak dikenali dan ditangani dengan baik [1,2].

Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit Behçet belum diketahui. Para ahli meyakini bahwa penyakit ini muncul akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Individu dengan faktor genetik tertentu, terutama yang memiliki gen HLA-B51, diketahui memiliki risiko lebih tinggi. Pada kondisi tersebut, paparan lingkungan seperti infeksi bakteri atau virus dapat memicu respons imun yang berlebihan. Sel-sel imun kemudian melepaskan zat peradangan dalam jumlah besar yang merusak pembuluh darah dan jaringan sekitarnya [3].

Gejala penyakit Behçet dapat berbeda-beda pada setiap orang. Keluhan yang paling sering adalah sariawan mulut yang muncul berulang kali dan sering kali lebih nyeri dibandingkan sariawan biasa. Selain itu, dapat muncul luka di area genital, ruam kulit yang menyerupai jerawat atau benjolan merah, serta nyeri dan bengkak pada sendi. Keterlibatan mata, yang dikenal sebagai uveitis, dapat menyebabkan mata merah, nyeri, sensitif terhadap cahaya, hingga penurunan penglihatan. Pada sebagian kecil pasien, penyakit ini juga dapat menyerang pembuluh darah besar, saluran pencernaan, atau sistem saraf, sehingga memerlukan penanganan khusus [2,3].

Diagnosis penyakit Behçet tidak dapat ditegakkan hanya dengan satu pemeriksaan laboratorium. Dokter biasanya menegakkan diagnosis berdasarkan pola gejala yang muncul berulang, terutama sariawan mulut yang disertai gejala khas lainnya. Untuk membantu penilaian, digunakan kriteria internasional yang disebut International Criteria for Behçet’s Disease (ICBD). Pemeriksaan tambahan seperti tes darah untuk melihat tanda peradangan, pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata, atau tes pathergy dapat dilakukan untuk mendukung diagnosis dan menyingkirkan penyakit lain yang serupa [4].

Penanganan penyakit Behçet bertujuan untuk mengendalikan peradangan, mengurangi keluhan, serta mencegah kerusakan organ jangka panjang. Pada keluhan ringan seperti sariawan, pengobatan lokal berupa salep atau obat kumur dapat membantu meredakan nyeri. Obat sistemik seperti colchicine sering digunakan untuk mengurangi kekambuhan lesi kulit, sariawan, dan nyeri sendi. Bila penyakit mengenai mata atau organ penting lainnya, dokter dapat meresepkan kortikosteroid, obat penekan sistem imun, atau terapi biologik yang bekerja lebih spesifik menekan peradangan. Karena dapat menyerang banyak organ, pasien biasanya memerlukan pemantauan jangka panjang oleh tim dokter dari berbagai disiplin ilmu [3-5].

Dengan pengobatan yang tepat dan kontrol rutin, banyak penderita penyakit Behçet dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Prognosis penyakit ini sangat bergantung pada organ yang terlibat dan kecepatan penanganan. Edukasi pasien menjadi kunci penting agar penderita mampu mengenali tanda kekambuhan sejak dini dan segera mencari pertolongan medis. Semakin cepat peradangan dikendalikan, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi serius dan mempertahankan kualitas hidup yang baik [3,4].

Penulis:

Referensi:

  1. Adil A, Goyal A, Quint JM. Behcet Disease. In: StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing; Updated 2023 Feb 22. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470257/
  2. Saadoun D, Bodaghi B, Cacoub P. Behçet’s Syndrome. N Engl J Med. 2024;390:640-651.
  3. Lavalle S, Caruso S, Foti R, Gagliano C, Cocuzza S, La Via L, Parisi FM, Calvo-Henriquez C, Maniaci A. Behçet’s Disease, Pathogenesis, Clinical Features, and Treatment Approaches: A Comprehensive Review. Medicina. 2024; 60(4):562.
  4. Emmi G, Bettiol A, Hatemi G, Prisco D. Behcet’s syndrome. The Lancet. 2024; 403 (10431): 1093-1108.
  5. van der Houwen TB, van Hagen PM, van Laar JAM. Immunopathogenesis of Behçet’s disease and treatment modalities. Semin Arthritis Rheum. 2022;52:151956.