Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A dan B, yang menyebar melalui droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia, namun berisiko lebih berat pada lansia dan individu dengan daya tahan tubuh rendah. Setelah masa inkubasi yang singkat, influenza biasanya muncul secara tiba-tiba dengan gejala seperti demam, batuk kering, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot, sakit kepala, serta rasa lelah yang signifikan. Pada beberapa kasus, terutama pada kelompok rentan, gejala dapat berkembang menjadi lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. (1)
Seiring bertambahnya usia, sistem imun mengalami penurunan fungsi yang dikenal sebagai immunosenescence, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi, termasuk influenza. Hal ini terutama disebabkan oleh proses penuaan sistem imun atau immunosenescence, yang membuat respons tubuh terhadap infeksi menjadi lebih lemah. Studi-studi menunjukkan bahwa pada usia lanjut terjadi penurunan fungsi sel imun, termasuk limfosit T dan B, sehingga kemampuan tubuh untuk mengenali dan melawan virus influenza menjadi berkurang. Selain itu, lansia juga cenderung memiliki respons inflamasi yang tidak terkontrol, yang justru dapat memperburuk kondisi saat infeksi terjadi. (1-2)
Di samping faktor imunologis, lansia umumnya memiliki lebih banyak penyakit penyerta seperti penyakit jantung, diabetes melitus, dan penyakit paru kronis. Kondisi-kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap infeksi serta memperbesar kemungkinan terjadinya komplikasi. Komplikasi yang paling sering adalah pneumonia, baik akibat virus influenza itu sendiri maupun infeksi bakteri sekunder seperti Streptococcus pneumoniae. Selain itu, influenza dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah ada, seperti penyakit jantung (meningkatkan risiko infark miokard dan gagal jantung), penyakit paru kronis seperti PPOK dan asma, serta diabetes melitus yang menjadi lebih sulit terkontrol. Komplikasi lain yang juga dilaporkan meliputi bronkitis, sinusitis, otitis media, hingga kondisi yang lebih berat seperti gagal napas dan sepsis. Pada beberapa kasus, influenza juga dapat memicu kejadian neurologis seperti ensefalopati, meskipun lebih jarang. Kombinasi komplikasi ini berkontribusi terhadap tingginya angka rawat inap dan kematian pada populasi lansia. (1-2)
Oleh karena itu, meskipun influenza sering dianggap sebagai penyakit ringan pada populasi umum, dampaknya pada lansia bisa jauh lebih serius. Kombinasi antara penurunan sistem imun dan adanya komorbiditas menjadikan lansia sebagai kelompok berisiko tinggi. Inilah yang mendasari pentingnya upaya pencegahan, seperti vaksinasi influenza, untuk mengurangi angka infeksi dan komplikasi pada populasi ini. (3)
Salah satu manfaat utama vaksin influenza pada lansia adalah kemampuannya dalam mencegah komplikasi serius. Studi menunjukkan bahwa vaksinasi dapat menurunkan kejadian pneumonia terkait influenza serta mengurangi kebutuhan perawatan di rumah sakit. Selain itu, vaksin influenza juga berperan dalam mengurangi risiko perburukan penyakit komorbid yang sering ditemukan pada lansia, seperti penyakit jantung, diabetes melitus, dan penyakit paru kronis. Penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi influenza dapat menurunkan kejadian serangan jantung dan stroke setelah infeksi influenza, serta membantu menjaga stabilitas kondisi kronis yang sudah ada.(3)
Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah pengurangan angka rawat inap dan beban layanan kesehatan. Lansia yang terinfeksi influenza sering kali membutuhkan perawatan intensif, yang tidak hanya berdampak pada kualitas hidup pasien tetapi juga meningkatkan beban biaya kesehatan. Dengan vaksinasi, angka rawat inap akibat influenza dapat berkurang secara signifikan. Vaksin influenza juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Infeksi influenza dapat menyebabkan kelemahan, penurunan fungsi fisik, dan memperpanjang masa pemulihan, yang pada akhirnya memengaruhi kemandirian lansia. Dengan mencegah infeksi, vaksin membantu lansia tetap aktif dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.(3-5)
Berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia melalui Satgas Imunisasi Dewasa, vaksin influenza dianjurkan untuk diberikan pada lansia (≥60 tahun) sebanyak satu dosis setiap tahun sebagai bagian dari imunisasi rutin dewasa. Vaksin ini dapat diberikan kapan saja sepanjang tahun, namun idealnya dilakukan sebelum musim peningkatan kasus influenza untuk memberikan perlindungan optimal. Rekomendasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa kekebalan terhadap virus influenza dapat menurun seiring waktu, sehingga diperlukan vaksinasi ulang secara berkala setiapfu tahun untuk mempertahankan perlindungan terhadap infeksi dan komplikasi yang mungkin terjadi pada kelompok lansia. (4)

Secara keseluruhan, vaksin influenza merupakan intervensi yang efektif dan aman dalam melindungi lansia dari risiko infeksi dan komplikasi yang serius. Dengan mengurangi kejadian influenza, mencegah komplikasi, serta menurunkan angka rawat inap dan kematian, vaksinasi memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan lansia. Oleh karena itu, vaksin influenza sebaiknya menjadi bagian dari upaya pencegahan rutin pada populasi usia lanjut untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup mereka. (1-5)
Penulis:

Referensi:
- Rosero CI, Gravenstein S, Saade EA. Influenza and aging: Clinical manifestations, complications, and treatment approaches in older adults. Drugs Aging. 2025 Jan;42(1):39-55. doi: 10.1007/s40266-024-01169-y.
- Yu Z, et al. Influenza vaccine effectiveness among adults aged ≥60 years in northeastern Zhejiang Province, China, 2021–2024. Front Public Health. 2026 Jan 16;13:1730158. doi: 10.3389/fpubh.2025.1730158.
- Veronese N, et al. Influenza vaccination in older people: a geriatrician’s perspective. Aging Clin Exp Res. 2025 Jun 28;37(1):202. doi: 10.1007/s40520-025-03086-5.
- Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI. Jadwal imunisasi dewasa. Jakarta: 2025.
- Incalzi RA, Consoli A, Lopalco P. Influenza vaccination for elderly, vulnerable and high-risk subjects: a narrative review and expert opinion. Intern Emerg Med. 2023 Oct 27;19(3):619–640. doi: 10.1007/s11739-023-03456-9.
