Penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD) dikenal sebagai kondisi peradangan kronis pada saluran cerna. Dua kelompok utama IBD antara lain Crohn’s Disease dan Ulcerative Colitis. Meskipun gejala utamanya terjadi pada sistem pencernaan, IBD tidak hanya terbatas pada usus. Banyak pasien juga mengalami gangguan di organ lain di luar saluran cerna, yang dikenal sebagai manifestasi ekstraintestinal. Salah satu yang paling sering adalah radang sendi yang disebut IBD-related arthritis.(1)
Kondisi ini termasuk dalam kelompok penyakit Spondyloarthritis, yaitu sekelompok penyakit rematik inflamasi yang dapat menyerang tulang belakang, dan Artritis perifer. Pada pasien IBD, arthritis dapat muncul sebelum, bersamaan, atau setelah gejala penyakit usus berkembang.(1)
Apa Itu IBD-Related Arthritis?
IBD-related arthritis adalah peradangan sendi yang terjadi pada pasien dengan penyakit radang usus kronis. Sekitar 10–30% pasien IBD dapat mengalami gangguan sendi selama perjalanan penyakitnya. Arthritis ini termasuk arthritis inflamasi yang terjadi akibat proses peradangan pada jaringan sendi. Kondisi ini memiliki berkaitan dengan gen tertentu, yakni antigen HLA-B27.(1-2)
Jenis IBD-Related Arthritis
- Artritis aksial
Artritis aksial merupakan peradangan sendi aksial (sendi batang tubuh) yang berlangsung kronis pada pasien IBD yang meliputi nyeri pinggang inflamasi (spondilitis) dan sakroilitis (peradangan sendi sakroiliak). Jika tidak tepat ditangani, spondiloartritis dapat menimbulkan komplikasi, seperti kerusakan tulang dan sendi.(1)
Gejala paling khas dari spondiloartritis adalah nyeri punggung bawah kronis. Berikut gejala nyeri pinggang yang perlu dicurigai:
- Berlangsung kronik > 3 bulan
- Timbul sebelum usia 45 tahun
- Berlokasi di area pinggang bawah dan bokong
- Nyeri saat malam hari
- Nyeri bertambah dengan istirahat, dan membaik dengan aktivitas
- Disertai kekakuan gerak saat pagi hari >1 jam.(2)
- Artritis perifer
Arthritis perifer menyerang sendi-sendi besar di luar tulang belakang, seperti lutut, pergelangan kaki, siku, atau pergelangan tangan. Tipe ini merupakan bentuk yang paling sering ditemukan pada pasien IBD. Gejala yang dapat timbul antara lain:
- Nyeri pada sendi tangan ataupun kaki
- Pembengkakan pada jari tangan atau kaki
- Menyerang beberapa sendi sekaligus
- Bersifat asimetris (tidak selalu menyerang kedua sisi tubuh). (2)
Mengapa Kondisi Ini Bisa Terjadi?
Penyebab pasti IBD-related arthritis belum sepenuhnya dipahami, tetapi berbagai studi menunjukkan bahwa penyakit ini merupakan hasil interaksi antara faktor genetik, lingkungan, dan sistem imun. Individu yang memiliki gen HLA-B27 diketahui memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit ini. (3)
Beberapa teori menyebutkan bahwa perubahan pada mikrobiota usus dan aktivasi sistem imun dapat memicu peradangan pada sendi dan tulang belakang. Peradangan ini menyebabkan infiltrasi sel imun pada sendi perifer, sendi sakroiliaka, dan jaringan di sekitar tulang belakang, yang akhirnya menimbulkan nyeri dan kekakuan kronis.(3)
Diagnosis IBD-Related Arthritis
Diagnosis IBD-Related Arthritis dilakukan berdasarkan wawancara keluhan dan riwayat medis pasien, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang antara lain pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi tulang belakang, sendi sakroiliaka, dan sendi perifer yang terlibat. Pasien IBD yang disertai dengan keluhan nyeri sendi perlu diduga sebagai IBD-related arthritis. Apabila pasien menunjukkan gejala tersebut, pemeriksaan radiografi konvensional perlu dilakukan untuk mencari temuan sakroilitis. Apabila tidak ditemukan, perlu dilakukan pemeriksaan MRI atau pemeriksaan gen HLA-B27 untuk membantu menegakkan diagnosis. (2)
Penanganan IBD-Related Arthritis
Apabila dicurigai mengalami tanda dan gejala IBD-related arthritis, sebaiknya menemui dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Secara umum, penanganan IBD-related arthritis meliputi pengobatan dan nonfarmakologi. (1-4)
- Pengobatan
Obat lini pertama yang digunakan adalah obat antiinflamasi non-steroid (NSAID).Pilihan obat lainnya adalah golongan disease-modifying antirheumatic drug (DMARD). (4)
- Penanganan nonfarmakologis
- Latihan postur dan olahraga rutin
- Fisioterapi
- Berhenti merokok. (1)
IBD-related arthritis adalah peradangan sendi yang terjadi pada pasien dengan penyakit radang usus kronis. Deteksi dan pengobatan dini dapat membantu mencegah kerusakan sendi permanen serta menjaga kualitas hidup penderita dalam jangka panjang. Dengan penanganan yang tepat, banyak penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal dan produktif. (1-4)
Penulis:

Referensi:
- Cola ID, et al. Joint manifestations in inflammatory bowel diseases, “Red Flags” for the early recognition and management of related arthropathies: A narrative review. J Clin Med. 2025 Feb 26;14(5):1558.
- Nurudhin A, et al. Diagnosis dan pengelolaan spondiloartritis. Perhimpunan Reumatologi Indonesia. 2021.
- Falloon K, et al. Diagnosis of inflammatory bowel disease-associated peripheral Arthritis: A systematic review. Inflamm Bowel Dis. 2025 Mar 3;31(3):812-842.
- Zioga N, et al. Inflammatory bowel disease-related spondyloarthritis: The last unexplored territory of rheumatology.Mediterr J Rheumatol. 2022 Apr 15;33(Suppl 1):126–136.
