Diabetes tipe 1, dulu dikenal sebagai diabetes usia muda atau diabetes tergantung insulin, adalah kondisi kronis dimana pankreas menghasilkan insulin sedikit atau tidak sama sekali. Insulin adalah hormon yang dibutuhkan untuk memungkinkan gula (glukosa) memasuki sel dan menghasilkan energi. Berbagai macam faktor, termasuk genetik dan virus, dapat menyebabkan diabetes tipe 1. Meskipun diabetes tipe 1 biasanya muncul selama masa kanak-kanak atau remaja, hal ini dapat terjadi pada orang dewasa. Sampai saat ini, meskipun dengan penelitian intensif, belum ditemukan pengobatan untuk diabetes tipe 1. Pengobatan berfokus pada pengelolaan kadar gula darah dengan insulin, diet dan gaya hidup untuk mencegah komplikasi.

Gejala
Tanda dan gejala diabetes tipe 1 dapat muncul secara relatif tiba-tiba dan bisa meliputi:
• Meningkatnya haus
• Sering buang air kecil
• Mengompol pada anak-anak yang sebelumnya sudah tidak
• Kelaparan ekstrem
• Penurunan berat badan yang tidak disengaja
• Iritabilitas dan perubahan mood lainnya
• Kelelahan dan kelemahan
• Penglihatan kabur

Penyebab
Penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui. Biasanya, sistem kekebalan tubuh sendiri – yang biasanya melawan bakteri dan virus berbahaya – secara keliru menghancurkan sel penghasil insulin (pulau kecil, atau pulau Langerhans) di pankreas. Penyebab lain yang mungkin termasuk:
• Genetik
• Paparan virus dan faktor lingkungan lainnya

Pengobatan
Pengobatan diabetes tipe 1 meliputi:
• Terapi insulin
• Diet seimbang karbohidrat, lemak dan protein
• Pemantauan gula darah
• Mengonsumsi makanan sehat
• Berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan yang sehat
Tujuannya adalah menjaga tingkat gula darah Anda sedekat mungkin dengan normal untuk menunda atau mencegah komplikasi. Umumnya, tujuannya adalah menjaga kadar gula darah hari sebelum makan antara 80 dan 130 mg/dL dan setelah makan tidak lebih dari 180 mg/dL dua jam setelah makan.

Pemantauan gula darah
Bergantung pada jenis terapi insulin yang Anda pilih atau butuhkan, Anda mungkin perlu memeriksa dan mencatat kadar gula darah Anda setidaknya empat kali sehari. PERKENI merekomendasikan untuk menguji kadar gula darah sebelum makan dan makanan ringan, sebelum tidur, sebelum berolahraga atau mengemudi, dan jika Anda mencurigai Anda memiliki gula darah rendah. Pemantauan yang cermat adalah satu-satunya cara untuk memastikan kadar gula darah Anda tetap berada dalam kisaran target Anda – dan pemantauan yang lebih sering dapat menurunkan tingkat A1C.
Bahkan jika Anda mengonsumsi insulin dan makan dengan jadwal ketat, kadar gula darah bisa berubah tak terduga. Anda akan belajar bagaimana tingkat gula darah Anda berubah sebagai respons terhadap makanan, aktivitas, penyakit, pengobatan, stres, perubahan hormonal dan alkohol. Pemantauan glukosa secara terus-menerus (CGM) adalah cara terbaru untuk memantau kadar gula darah, dan mungkin sangat membantu untuk mencegah hipoglikemia. Bila digunakan oleh orang-orang yang berusia lebih dari 25 tahun, perangkat telah terbukti menurunkan A1C.
Makan sehat dan pemantauan karbohidrat
Tidak ada yang namanya diet diabetes. Namun, penting untuk memusatkan makanan pada makanan berserat, rendah lemak, tinggi serat seperti:
• Buah-buahan
• Sayur-sayuran
• Biji-bijian utuh
Ahli diet Anda akan merekomendasikan agar mengkonsumsi lebih sedikit produk hewani dan karbohidrat olahan, seperti roti putih dan permen. Rencana makan sehat ini direkomendasikan bahkan untuk orang tanpa diabetes. Anda harus belajar menghitung jumlah karbohidrat dalam makanan yang dimakan sehingga Anda bisa memberi cukup insulin untuk memetabolisme karbohidrat dengan benar. Ahli diet terdaftar dapat membantu Anda membuat rencana makan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Aktivitas fisik
Setiap orang membutuhkan latihan aerobik yang teratur, dan orang-orang dengan diabetes tipe 1 tidak terkecuali. Pertama, konsultasi dan minta persetujuan dokter untuk berolahraga. Kemudian pilih aktivitas yang Anda sukai, seperti berjalan atau berenang, dan jadikan itu bagian dari rutinitas harian. Lakukan setidaknya 150 menit latihan aerobik seminggu, dengan tidak lebih dari dua hari tanpa latihan apapun.
Ingat bahwa aktivitas fisik menurunkan gula darah. Jika Anda memulai aktivitas baru, periksa kadar gula darah lebih sering dari biasanya sampai Anda tahu bagaimana aktivitas tersebut mempengaruhi kadar gula darah. Anda mungkin perlu menyesuaikan rencana makan atau dosis insulin untuk mengimbangi aktivitas yang meningkat.

Tanda-tanda masalah
Meski dengan usaha terbaik, terkadang masalah akan timbul. Komplikasi jangka pendek dari diabetes tipe 1, seperti hipoglikemia, memerlukan perawatan segera. Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah Anda turun di bawah kisaran target. Tanyakan kepada dokter apa yang dianggap kadar gula darah rendah. Kadar gula darah bisa turun karena berbagai alasan, termasuk melewatkan makan, makan lebih sedikit karbohidrat daripada yang diminta dalam rencana makan, melakukan lebih banyak aktivitas fisik daripada normal atau berlebihan dosis insulin.

Pelajari gejala hipoglikemia, dan tes gula darah jika menurut Anda kadarnya menurun. Bila ragu, selalu tes gula darah anda. Tanda dan gejala awal gula darah rendah meliputi:
• Berkeringat dingin
• Lemah
• Kelaparan
• Pusing atau perasaan melayang
• Detak jantung cepat atau tidak teratur
• Kelelahan
• Sakit kepala
• Penglihatan kabur
• Sifat lekas marah

Jika Anda memiliki gula darah rendah:
• Konsumsi 15 sampai 20 gram karbohidrat yang cepat terserap, seperti jus buah, tablet glukosa, permen, minuman soda atau sumber gula lainnya. Hindari makanan dengan tambahan lemak, yang tidak menaikkan gula darah secepatnya karena lemak memperlambat penyerapan gula.
• Ulangi kembali gula darah Anda dalam waktu sekitar 15 menit untuk memastikan telah normal.
• Jika masih rendah, konsumsi 15 sampai 20 gram karbohidrat dan tes ulang dalam 15 menit lagi.
• Ulangi sampai Anda mendapatkan pembacaan normal.

Gula darah tinggi (hiperglikemia). Gula darah Anda bisa naik karena berbagai alasan, termasuk makan terlalu banyak, makan jenis makanan yang salah, tidak cukup mengkonsumsi insulin atau sedang menderita penyakit akut.
Perhatikan tanda-tanda seperti ini:
• Sering buang air kecil
• Meningkatnya rasa haus
• Penglihatan kabur
• Kelelahan
• Sifat lekas marah
• Kelaparan
• Kesulitan berkonsentrasi

Jika Anda menduga hiperglikemia, periksa gula darah Anda. Jika gula darah Anda lebih tinggi dari kisaran target, Anda mungkin perlu mendapatkan “koreksi” – dosis tambahan insulin yang seharusnya membawa gula darah Anda kembali normal. Kadar gula darah tinggi tidak turun secepat mereka naik. Tanyakan kepada dokter berapa lama waktu menunggu sampai Anda memeriksanya kembali.

Pengelolaan Gaya Hidup untuk penderita Diabetes tipe 1
Pengelolaan diabetes tipe 1 yang cermat dapat mengurangi risiko komplikasi serius – bahkan mengancam jiwa. Pertimbangkan tips berikut ini:
• Buat komitmen untuk mengelola diabetes Anda. Konsumsi obat sesuai anjuran. Pelajari semua yang Anda bisa tentang diabetes tipe 1. Jadikan makanan sehat dan aktivitas fisik bagian dari rutinitas harian. Pertahankan komunikasi dengan pendidik diabetes, dan tanyakan kepada tim perawatan kesehatan Anda untuk meminta bantuan.
• Identifikasi dirimu. Kenakan tag atau gelang yang mengatakan bahwa Anda menderita diabetes.
• Jadwalkan pemeriksaan rutin tahunan dan pemeriksaan mata reguler. Pemeriksaan diabetes rutin tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan rutin tahunan atau pemeriksaan mata reguler. Selama pemeriksaan rutin, dokter akan mencari komplikasi terkait diabetes, serta menyaring masalah medis lainnya. Spesialis perawatan mata Anda akan memeriksa tanda-tanda kerusakan retina, katarak dan glaukoma.
• Pastikan vaksinasi Anda tetap up to date. Gula darah tinggi bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Lakukan suntikan flu setiap tahun. Dokter Anda akan merekomendasikan vaksin pneumonia juga.
• Perhatikan kaki Anda. Cuci kaki setiap hari dengan air hangat. Keringkan dengan lembut, terutama di antara jari-jari kaki. Lembabkan kaki Anda dengan lotion. Periksa kaki Anda setiap hari karena lecet, luka, luka, kemerahan atau bengkak. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mengalami masalah pegal atau kaki yang tidak sembuh.
• Jaga tekanan darah dan kolesterol. Mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur bisa membantu mengendalikan tekanan darah tinggi dan kolesterol. Obat mungkin diperlukan juga.
• Jika Anda merokok atau menggunakan bentuk tembakau lainnya, mintalah dokter Anda untuk membantu Anda berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko komplikasi diabetes, termasuk serangan jantung, stroke, kerusakan saraf dan penyakit ginjal.
• Jika Anda minum alkohol, lakukanlah dengan bertanggung jawab. Alkohol dapat menyebabkan gula darah tinggi atau rendah, tergantung pada seberapa banyak Anda minum dan jika Anda makan pada waktu bersamaan.
• Kelola stres. Hormon yang dihasilkan tubuh Anda sebagai respons terhadap stres berkepanjangan dapat mencegah insulin bekerja dengan baik, yang dapat membuat stres dan membuat Anda frustrasi bahkan lebih. Ambil langkah mundur, dan tetapkan beberapa batasan. Prioritaskan tugas Anda, pelajari teknik relaksasi dan cukup tidur.

Referensi
Mayo Clinic. Diabetes Type 1 Patient Education. Di akses dari www.mayoclinic.com pada 20 Desember 2017.