Vaksin Influenza untuk Pasien Diabetes: Solusi Pencegahan pada Populasi Berisiko

You are currently viewing Vaksin Influenza untuk Pasien Diabetes: Solusi Pencegahan pada Populasi Berisiko

Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A dan B. Virus ini dapat menyebar melalui droplet dan partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Meskipun dapat menyerang siapa saja, influenza dapat menyebabkan penyakit yang lebih berat pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk penyandang diabetes melitus.

Penyandang diabetes memiliki gangguan regulasi sistem imun yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan komplikasinya. Dengan Indonesia yang termasuk negara dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia, jumlah individu yang berisiko mengalami komplikasi akibat influenza juga cukup besar. Namun, cakupan vaksinasi influenza pada kelompok ini masih belum optimal.

Diabetes melitus dapat memengaruhi fungsi sistem imun. Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat mengganggu fungsi sel-sel imun, termasuk sel fagositik yang berperan dalam mengenali dan menghancurkan patogen. Gangguan tersebut dapat menyebabkan respons tubuh terhadap infeksi menjadi kurang efektif.

Akibatnya, penyandang diabetes lebih rentan mengalami infeksi dan komplikasi yang lebih berat ketika terkena influenza. Risiko tersebut juga dapat semakin meningkat apabila diabetes disertai penyakit penyerta lain, seperti penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal kronis, atau hipertensi.

Sebaliknya, influenza juga dapat memperburuk kondisi diabetes. Infeksi akut dapat memicu respons stres tubuh yang menyebabkan kadar gula darah meningkat dan lebih sulit dikendalikan. Pada kondisi tertentu, hal ini dapat meningkatkan risiko komplikasi metabolik, termasuk ketoasidosis diabetik. Influenza juga dapat diikuti oleh infeksi bakteri sekunder, termasuk pneumonia, yang semakin meningkatkan risiko penyakit dan rawat inap.

Vaksinasi influenza merupakan salah satu strategi penting untuk mengurangi risiko komplikasi influenza pada penyandang diabetes. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi dapat menurunkan risiko rawat inap dan luaran buruk akibat influenza pada kelompok ini.

Sebuah studi di Belanda melaporkan bahwa vaksinasi influenza pada penyandang diabetes tipe 1 dan tipe 2 dikaitkan dengan penurunan sebesar 56% pada seluruh komplikasi dan penurunan sebesar 58% pada mortalitas semua penyebab. Sementara itu, penelitian di Inggris menunjukkan bahwa vaksinasi influenza pada penyandang diabetes tipe 2 dikaitkan dengan risiko rawat inap yang lebih rendah akibat stroke, gagal jantung, pneumonia, serta mortalitas semua penyebab.

Manfaat vaksinasi juga tidak terbatas pada pencegahan infeksi semata. Studi menunjukkan bahwa vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko kejadian kardiovaskular akut, seperti serangan jantung dan stroke, yang sering dipicu oleh infeksi akut pada individu dengan aterosklerosis yang mendasarinya, kondisi yang sangat umum ditemukan pada penyandang diabetes.

Di Indonesia, vaksin influenza direkomendasikan bagi penyandang diabetes oleh Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Vaksin influenza termasuk dalam rekomendasi imunisasi dewasa bagi individu dengan kondisi komorbid tertentu, termasuk diabetes melitus, penyakit jantung kronis, dan penyakit ginjal.

Vaksin influenza diberikan secara rutin setiap tahun. Vaksinasi dapat dilakukan sepanjang tahun, termasuk di Indonesia yang tidak memiliki pola musim influenza yang sama dengan negara-negara beriklim sedang. Pemberian vaksin secara berkala diperlukan karena perlindungan terhadap influenza dapat menurun seiring waktu dan virus influenza terus mengalami perubahan.

Bagi penyandang diabetes, influenza bukan sekadar flu biasa. Infeksi ini dapat mengganggu kontrol gula darah, memperburuk penyakit penyerta, meningkatkan risiko komplikasi, dan pada kondisi tertentu menyebabkan rawat inap hingga kematian. Vaksin influenza tahunan merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat membantu mengurangi risiko tersebut. Karena itu, penyandang diabetes sebaiknya mendiskusikan vaksinasi influenza dengan tenaga kesehatan dan memastikan perlindungan diperbarui secara berkala.

Penulis

  • dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD-KAI
  • dr. Rizqi Najla Humaira

Referensi

  1. Mastrovito B, Lardon A, Dubromel A, Nave V, Beny K, Dussart C. Understanding the gap between guidelines and influenza vaccination coverage in people with diabetes: a scoping review. Front Public Health. 2024 Apr 19;12:1360556. PubMed PMCID: PMC11066301.
  2. Goeijenbier M, van Sloten TT, Slobbe L, Mathieu C, van Genderen P, Beyer WEP, Osterhaus ADME. Benefits of flu vaccination for persons with diabetes mellitus: A review. Vaccine. 2017 Sep 12;35(38):5095-5101. PubMed PMID: 28807608.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. Flu and People with Diabetes [Internet]. Atlanta: CDC; 2024 [cited 2026 Aug]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/highrisk/diabetes.htm
  4. Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI. Jadwal Imunisasi Dewasa Rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Tahun 2024. Jakarta: PAPDI; 2024.