Mengenal Vaksinasi Influenza dan Manfaatnya

You are currently viewing Mengenal Vaksinasi Influenza dan Manfaatnya

Influenza atau flu adalah penyakit infeksi saluran napas akut yang disebabkan oleh virus influenza.  Virus influenza dapat menular melalui droplet yang dikeluarkan oleh penderita saat batuk atau bersin.  Masa inkubasi influenza rata-rata 1-4 hari dan tergantung pada karakteristik virus, imunitas individu, serta faktor lingkungan dan perilaku yang memengaruhi proses infeksi dan respons tubuh.  Gejala influenza dapat berupa demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, nyeri tenggorokan, dan lemas.  Influenza berbeda dengan pilek biasa karena biasanya muncul dengan gejala yang lebih berat dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Kasus influenza mengalami lonjakan tajam pada tahun 2025 di Indonesia.  Data Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya peningkatan kasus influenza sejak Oktober 2025.  Peningkatan angka kejadian influenza dipengaruhi oleh peningkatan suhu rata-rata yang lebih tinggi, polusi, dan tingkat mobilisasi yang semakin meningkat.  Influenza A/H3N2 merupakan strain dominan pada manusia yang menjadi penyebab kasus influenza di Indonesia selain strain H1N1 dan influenza B (Victoria dan Yamagata).  Peningkatan kasus influenza diperkirakan akan berlanjut hingga awal tahun 2026 sejalan dengan peralihan menuju musim hujan dimana suhu yang lebih rendah dengan kelembapan udara yang tinggi dapat menyebabkan virus influenza bertahan lebih lama di dalam udara dan lingkungan.  Perubahan suhu yang ekstrem juga dapat melemahkan kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kerentanan terinfeksi influenza.

Influenza dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, bronkitis, serangan asma serta memperburuk penyakit komorbid yang sudah diderita.  Risiko komplikasi influenza lebih tinggi pada penderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit paru menyebabkan vaksinasi influenza dan tatalaksana penyakit komorbid menjadi prioritas kesehatan masyarakat.

Vaksin influenza direkomendasikan untuk semua orang yang berusia diatas 6 bulan dan diberikan satu tahun sekali.  Vaksin ini dirancang untuk melindungi terhadap virus subtipe A dan B.  Efektivitas vaksin bervariasi berkisar antara 50-60% terhadap penyakit bergejala pada populasi umum, dengan efektivitas yang lebih tinggi pada beberapa kelompok seperti dewasa sehat dan populasi berisiko.  Vaksin influenza umumnya memberikan perlindungan optimal setelah 2 minggu dan bertahan kurang lebih satu tahun. 

Berdasarkan cakupan strain virus yang dilindungi, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis utama yaitu vaksin influenza trivalen dan kuadrivalen.  Vaksin influenza trivalen (IIV3) melindungi terhadap tiga strain virus flu, yaitu dua strain virus influenza A (H1N1 dan H3N2) dan satu strain virus influenza B (biasanya B/Victoria).  Vaksin ini cukup efektif, namun memiliki keterbatasan dalam perlindungan terhadap virus influenza B karena hanya satu jenis strain B yang masuk dalam vaksin.  Vaksin influenza kuadrivalen (IIV4) melindungi terhadap empat strain virus, yaitu dua strain influenza A (H1N1 dan H3N2) dan dua strain influenza B (B/Victoria dan B/Yamagata) sehingga vaksin ini lebih efektif dalam memberikan perlindungan tambahan terhadap dua garis keturunan virus B yang berbeda.  Vaksin influenza kuadrivalen memberikan perlindungan yang lebih luas dalam menghadapi variasi virus influenza yang mungkin menyebar di musim tertentu.

Berdasarkan teknologi pembuatannya, terdapat beberapa jenis vaksin influenza, yaitu vaksin inaktif (inactivated vaccine), vaksin hidup yang dilemahkan (live-attenuated vaccine), dan vaksin rekombinan (recombinant influenza vaccine).  Vaksin inaktif (inactivated vaccine) merupakan jenis vaksin influenza yang paling umum digunakan karena keamanan dan efektivitasnya dalam merangsang imunitas tanpa menimbulkan infeksi aktif.  Vaksin inaktif lebih aman digunakan pada bayi, lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit kronis.  Vaksin ini dapat berisi tiga atau empat virus inaktif, diberikan secara intramuskular.

Vaksin hidup yang dilemahkan (live-attenuated vaccine) mengandung virus influenza utuh yang dilemahkan sehingga tidak menyebabkan penyakit serius dan biasanya diberikan melalui semprotan hidung (nasal spray).  Vaksin ini biasanya berbentuk kuadrivalen, direkomendasikan terutama untuk individu sehat berusia 2 sampai 49 tahun dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil.  Vaksin ini belum tersedia secara luas di Indonesia saat ini.

Vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine) dibuat menggunakan teknologi DNA rekombinan tanpa memerlukan virus hidup atau telur ayam dalam proses produksinya.  Vaksin ini hanya mengandung protein hemagglutinin dari virus influenza sehingga aman pada individu dengan alergi telur.  Vaksin influenza rekombinan direkomendasikan untuk usia dewasa 18-49 tahun dan diberikan secara intramuskular. 

Vaksin influenza diindikasikan untuk semua individu yang berusia di atas 6 bulan terutama untuk kelompok rentan dan mereka dengan risiko komplikasi agar bisa terlindungi dari infeksi yang dapat berakibat berat.  Vaksin kuadrivalen memberikan cakupan yang lebih luas terhadap varian influenza B sehingga lebih direkomendasikan bila tersedia.  Namun, vaksin trivalen masih menjadi pilihan di beberapa negara termasuk Indonesia.

Efek simpang vaksin influenza umumnya bersifat ringan seperti reaksi lokal (nyeri, kemerahan, dan bengkak), demam ringan, nyeri otot, dan sakit kepala.  Vaksin ini dikontraindikasikan pada individu dengan riwayat reaksi anafilaksis terhadap vaksin influenza.

Vaksin influenza bermanfaat mencegah infeksi virus influenza yang menyebabkan flu musiman, mengurangi risiko sakit flu, gejala berat, dan komplikasi serius serta mengurangi penyebaran virus di lingkungan.  Selain itu, vaksin influenza mencegah beban ekonomi dan sosial, mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak perlu, dan meningkatkan kualitas hidup dengan menghindari komplikasi yang memperburuk kondisi kesehatan kronis.

Sumber

  • Cheng Y, Cao X, Cao Z, et al.  Effects of influenza vaccination on the risk of cardiovascular and respiratory diseases and all-cause mortality. Ageing Res Rev. 2020 Sep;62:101124.
  • Kementerian Kesehatan Repubik Indonesia.  Laporan pengawasan influenza dan COVID-19 tahun 2025.
  • Lian R, Zhang H, An Y, Chen Z. Chronic Diseases and Influenza Vaccines. Vaccines (Basel). 2025 Sep 1;13(9):936. Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI. Jadwal imunisasi dewasa. Rekomendasi satgas imunisasi dewasa PAPDI tahun 2025.

Penulis:

dr. Muthmainnah, Sp.PD, K-AI