Pernah mendengar istilah “golongan darah tidak cocok”? Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai inkompatibilitas golongan darah. Inkompatibilitas golongan darah adalah kondisi ketika sistem imun seseorang mengenali sel darah orang lain sebagai “musuh”, kemudian menyerangnya sehingga timbul reaksi imunologis. Reaksi inkompatibilitas bisa terjadi pada transfusi darah maupun pada kehamilan. Untuk memahaminya, kita perlu memahami mengenai sistem golongan darah dan cara kerja sistem imun. (1)
Mengenal Sistem Golongan Darah
Golongan darah manusia ditentukan oleh antigen, molekul pengenal yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Berdasarkan antigen yang dimiliki, golongan darah dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok:
- Sistem golongan darah ABO
Pada sistem golongan darah ABO, seseorang dibedakan berdasarkan keberadaan antigen A dan B pada permukaan sel darah merahnya.
- Golongan A memiliki antigen A dan antibodi anti-B.
- Golongan B memiliki antigen B dan antibodi anti-A.
- Golongan AB memiliki antigen A dan B
- Golongan O tidak memiliki antigen A maupun B, tetapi memiliki antibodi anti-A dan anti-B.(1)
- Sistem rhesus
Sistem rhesus (Rh) menentukan golongan darah seseorang menjadi Rh positif atau negatif. Jika seseorang memiliki antigen Rh, maka ia disebut Rh positif. Jika tidak, ia Rh negatif.(2)
Bagaimana Sistem Imun Bisa Menyerang Darah?
Sistem imun memiliki antibodi, yakni protein khusus yang berperan dalam mengenali dan menempel pada benda asing, seperti patogen bakteri ataupun virus. Namun pada inkompatibilitas golongan darah, antibodi ini menempel pada antigen pada sel darah merah orang lain yang dikenali sebagai benda asing sehingga menimbulkan reaksi imunologis.(2)
Contoh inkompatibilitas golongan darah adalah terjadinya reaksi transfusi. Jika seseorang dengan golongan darah A menerima transfusi dari orang yang bergolongan darah B, antibodi anti-B dalam tubuhnya akan menyerang sel darah merah donor yang memiliki antigen B. Reaksi ini dapat menimbulkan pemecahan sel darah merah (hemolisis).(2)
Inkompatibilitas Golongan Darah pada Transfusi Darah
Inkompatibilitas golongan darah, terutama golongan darah ABO, pada saat transfusi dapat menimbulkan reaksi serius berupa reaksi hemolitik akut. Jika terjadi kesalahan dan darah yang tidak cocok diberikan, tubuh penerima dapat mengalami:
- Demam dan menggigil
- Sesak napas
- Penurunan tekanan darah
- Kulit kemerahan dan gatal
- Urine berwarna gelap
- Nyeri pinggang. (3)
Pada reaksi hemolitik akut, pemeriksaan darah akan menunjukkan penurunan kadar hemoglobin, peningkatan kadar LDH dan bilirubin. Apabila mencurigai terjadinya reaksi transfusi akut, transfusi darah yang sedang berlangsung perlu segera dihentikan. Pasien juga diberikan terapi cairan dan suplementasi oksigen.(3)
Inkompatibilitas Golongan Darah pada Kehamilan
Selain transfusi, inkompatibilitas golongan darah juga dapat terjadi dalam kehamilan, yakni pada perbedaan golongan darah sistem rhesus (Rh). Kondisi ini dikenal sebagai inkompatibilitas rhesus. Inkompatibilitas rhesus terjadi pada ibu dengan golongan darah Rh negatif, mengandung janin dengan Rh positif yang diwarisi dari ayah janin. Darah ibu akan mengenali antigen Rh pada janin sebagai zat asing dan membuat antibodi anti-Rh.(3)
Pada kehamilan pertama, umumnya inkompatibilitas rhesus tidak menimbulkan dampak apapun. Namun pada kehamilan berikutnya dengan janin Rh positif, antibodi ibu dapat melintasi plasenta dan menyerang sel darah merah janin. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. Salah satu dampak beratnya adalah kondisi eritroblastosis fetalis, yang bisa menyebabkan anemia berat, pembengkakan organ, hingga kematian janin bila tidak ditangani.(3)
Apakah Bisa Dicegah?
Sebagian besar komplikasi dari inkompatibilitas golongan darah dapat dicegah, antara lain dengan:
- Pemeriksaan golongan darah sebelum transfusi
Sebelum melakukan transfusi, pemeriksaan golongan darah dapat dilakukan untuk memastikan kecocokan darah antara donor dan penerima.(4)
- Skrining ibu hamil
Pada saat awal kehamilan, semua ibu hamil dilakukan pemeriksaan golongan darah ABO dan faktor Rhesus.(4)
- Pemberian imunoglobulin anti-D
Pada ibu Rh negatif yang mengandung janin Rh positif, dapat diberikan suntikan imunoglobulin anti-D untuk mencegah pembentukan antibodi.(4)
Inkompatibilitas golongan darah adalah fenomena sistem kekebalan tubuh dari sel darah yang mencerminkan cara sistem imun mengenali antigen dari zat asing. Pemahaman ilmu imunologi di balik inkompatibilitas membantu menjelaskan pentingnya kompatibilitas darah, seperti dalam transfusi darah dan kehamilan, serta bagaimana tubuh merespons antigen asing secara imunologis.
Penulis:

Referensi:
- Suddock JT, Crookston KP. Transfusion reactions. StatPearls. August 8 2023.
- Siddon AJ, Kenney BC, Hendrickson JE, Tormey CA. Delayed haemolytic and serologic transfusion reactions: pathophysiology, treatment and prevention. Curr Opin Hematol. 2018 Nov;25(6):459-467.
- Carman M, Uhlenbrock JS, McClintock SM. CE: A review of current practice in transfusion therapy. Am J Nurs. 2018 May;118(5):36-44.
- Aubron C, Aries P, Le Niger C, Sparrow RL, Ozier Y. How clinicians can minimize transfusion-related adverse events? Transfus Clin Biol. 2018 Nov;25(4):257-261.
