Mengenal Lebih Dekat Psoriasis
Kerap kali disalah artikan sebagai kulit kering biasa, psoriasis adalah penyakit peradangan pada kulit yang bersifat jangka panjang. Penyakit ini didasari oleh gangguan sistem kekebalan tubuh dimana sel-sel imun keliru mengirimkan sinyal yang terlalu aktif, sehingga mempercepat siklus produksi sel kulit. Akibatnya, sel-sel kulit baru terus mendesak dan menumpuk di permukaan dengan cepat sebelum sel yang lama sempat meluruh. Penumpukan sel-sel ini membentuk lapisan tebal berupa bercak kemerahan yang ditutupi sisik berwarna keperakan. Meskipun sering muncul di area yang mudah terlihat seperti siku, lutut, atau kulit kepala, psoriasis bukanlah penyakit menular. tidak bisa berpindah lewat sentuhan fisik. Namun, kondisi yang kronis ini dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya sehingga memerlukan perawatan jangka panjang yang tepat untuk dapat mengontrol gejala-gejala yang timbul.1,2

Kenali Gejala dan Tanda Psoriasis
Gejala dan tanda psoriasis dapat bervariasi setiap orang, tergantung pada jenisnya serta tingkat keparahan yang dialami. Secara umum, tanda yang paling khas pada psoriasis adalah munculnya bercak kemerahan yang menebal dan terasa menonjol di permukaan kulit. Hal ini biasa disebut dengan plak. Plak tersebut dilapisi oleh sisik kering berwarna putih yang mudah terkelupas. Selain perubahan visual yang terlihat pada kulit, penderita juga dapat merasakan keluhan berupa gatal yang hebat dan sensasi terbakar atau rasa nyeri di sekitar area bercak. Rasa gatal yang hebat tersebut kerap kali dapat mengganggu kualitas tidur penderitanya dan dapat memicu dorongan untuk terus digaruk. Jika terus menerus digaruk atau terpapar gesekan dari pakaian, kulit yang meradang dapat beresiko mengalami luka hingga berdarah, serta memicu lesi baru di area garukan (dikenal sebagai fenomena Koebner).1,2
Faktor Penyebab Psoriasis
Penyebab pasti psoriasis hingga saat ini masih belum sepenuhnya diketahui, namun penyakit ini muncul akibat kombinasi antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik membuat seseorang lebih rentan yang kemudian akan aktif ketika terpicu oleh faktor-faktor tertentu di lingkungan. Salah satu faktor genetik yang dikaitkan dengan psoriasis adalah Human Leukocyte Antigen-Cw6 (HLA-Cw6). Penanda genetik ini berperan dalam mengatur respons sistem kekebalan tubuh dan memiliki hubungan erat dengan peningkatan risiko psoriasis serta kemunculan gejala sejak usia muda.1,2,3
Faktor lingkungan yang dapat menjadi pemicu antara lain stress psikologis, infeksi (terutama radang tenggorokan akibat bakteri Streptococcus), cedera pada kulit seperti goresan atau bekas garukan, serta beberapa jenis obat-obatan seperti jenis lithium, beta-blocker, dan obat antimalaria tertentu. Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga dikaitkan dengan peningkatan risiko psoriasis serta keparahan penyakitnya. Perubahan kondisi lingkungan seperti cuaca dan udara dingin dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan rentan mengalami iritasi. Berbagai faktor tersebut dapat mempengaruhi respons sistem kekebalan tubuh maupun kondisi kulit sehingga memicu atau memperburuk peradangan. Meskipun demikian, faktor pemicu psoriasis dapat berbeda pada setiap individu. Paparan terhadap faktor-faktor tersebut tidak selalu menyebabkan psoriasis pada setiap orang, tetapi dapat meningkatkan kemungkinan munculnya gejala, terutama pada individu yang memiliki kerentanan genetik.1,2
Jenis-jenis Psoriasis
Psoriasis sendiri memiliki beberapa jenis dengan tampilan lesi kulit yang berbeda.
- Psoriasis Plak adalah jenis psoriasis yang paling umum ditandai dengan bercak merah yang menebal pada permukaan kulit disertai dengan sisik putih keperakan.2

- Psoriasis Gutata tampak sebagai bintik-bintik kecil seperti tetesan air. Jenis ini sering muncul setelah terkena infeksi bakteri Streptococcus pada saluran pernapasan atas.2

- Psoriasis Inversa muncul di lipatan kulit seperti ketiak, selangkangan, atau di bawah payudara.

- Psoriasis pustulosa ditandai dengan adanya lepuhan berisi nanah yang biasanya muncul di telapak tangan dan kaki atau dapat menyebar luas (generalisata).2

- Psoriasis Eritrodermik merupakan bentuk psoriasis yang melibatkan >90% permukaan tubuh sehingga memiliki resiko tinggi terjadi komplikasi sistemik seperti gagal jantung dan dehidrasi.2

- Artritis Psoriatik adalah psoriasis pada kulit yang disertai dengan peradangan pada sendi-sendi.2

Penanganan Jangka Panjang serta Dukungan Emosional
Penanganan psoriasis berfokus pada pengendalian gejala dan pencegahan kekambuhan melalui kombinasi terapi medis serta perawatan mandiri. Berdasarkan tingkat keparahannya, penderita psoriasis mendapatkan terapi obat topikal (obat oles) seperti salep kortikosteroid dan pelembab rutin, fototerapi sinar ultraviolet, hingga obat sistemik atau biologik untuk meredakan peradangan sistem imun. Di rumah, penderita juga dianjurkan untuk selalu menjaga kelembaban kulit, mengelola stres, serta menerapkan gaya hidup sehat dengan menjaga berat badan, berhenti merokok, dan membatasi alkohol. Mengingat psoriasis juga berkaitan dengan risiko penyakit metabolik dan jantung, pemeriksaan kesehatan serta penggunaan obat di bawah pengawasan medis sangat penting agar terhindar dari efek samping yang justru memperburuk kondisi kulit.1,3
Di samping aspek fisik, penanganan beban psikososial juga menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hidup penderita. Rasa cemas, malu, hingga depresi akibat perubahan penampilan atau rasa nyeri seringkali memicu lingkaran setan yang justru memperparah kekambuhan penyakit. Oleh karena itu, dukungan emosional melalui komunitas penyintas, konseling profesional, serta pemahaman masyarakat bahwa psoriasis sama sekali tidak menular sangat dibutuhkan. Dengan pengobatan yang tepat, pola hidup yang terjaga, dan lingkungan sosial yang penuh penerimaan, penderita psoriasis dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari secara produktif dan percaya diri.1,3
Penulis
- dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD-KAI
- dr. Safira Andita Sari, BMedSci(Hons)
Referensi
- Raharja A, Mahil SK, Barker JN. Psoriasis: a brief overview. Clin Med (Lond). 2021 May;21(3):170-173. doi: 10.7861/clinmed.2021-0257. PMID: 34001566; PMCID: PMC8140694.
- Gao Y, Xu T, Wang Y, Hu Y, Yin S, Qin Z, Y H. Pathophysiology and Treatment of Psoriasis: From Clinical Practice to Basic Research. Pharmaceutics. 2025; 17(1):56. https://doi.org/10.3390/pharmaceutics17010056
- Chan JJ. Psoriasis: an update on topical and systemic therapies. Aust Prescr. 2025 Jun;48(3):87-92. doi: 10.18773/austprescr.2025.026. PMID: 40568686; PMCID: PMC12187478.
