Vaskulitis adalah kondisi peradangan yang terjadi di pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah, termasuk penebalan, pelemahan, penyempitan atau jaringan parut. Perubahan ini bisa membatasi aliran darah, mengakibatkan kerusakan organ dan jaringan. Ada banyak jenis vaskulitis, dan kebanyakan dari kondisi-kondisi ini  jarang terjadi. Vaskulitis mungkin hanya mempengaruhi satu organ, atau beberapa organ. Kondisinya bisa bersifat jangka pendek (akut) atau Panjang (kronis). Vaskulitis dapat menyerang siapa saja, meskipun beberapa jenis lebih umum terjadi pada kelompok tertentu. Bergantung pada jenis yang diderita, kondisi anda bisa membaik tanpa pengobatan. Beberapa jenis lainnya memerlukan obat untuk mengendalikan peradangan dan mencegah flare-up. Vaskulitis juga dikenal sebagai angiitis dan arteritis.

Tanda dan gejala vaskulitis

Tanda dan gejala vaskulitis sangat bervariasi. Mereka sering dikaitkan dengan penurunan aliran darah ke seluruh tubuh. Tanda dan gejala umum vaskulitis meliputi:

Tanda dan gejala lain hanya terkait dengan jenis vaskulitis tertentu. Gejalanya bisa berkembang lebih awal dan cepat atau pada tahap selanjutnya dari penyakit.

Bagaimana cara diagnosis vaskulitis?

Dokter akan mulai dengan mengambil riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Kemudian anda akan menjalani satu atau lebih tes diagnostik dan prosedur untuk menyingkirkan kondisi lain yang meniru vaskulitis atau mendiagnosis vaskulitis. Pengujian dan prosedur tersebut dapat meliputi:

Bagaimana cara mengobati vaskulitis?

Pengobatan berfokus pada pengendalian peradangan dengan obat-obatan dan mengatasi penyakit mendasar yang memicu vaskulitis Anda. Untuk vaskulitis, Anda bisa menjalani dua tahap pengobatan – pertama menghentikan peradangan dan kemudian mencegah kambuh (terapi pemeliharaan). Kedua fase tersebut melibatkan obat resep. Obat mana dan berapa lama Anda harus memakainya bergantung pada jenis vaskulitis, organ yang terlibat dan seberapa serius kondisi Anda. Beberapa orang akan mengalami keberhasilan awal terapi, namun kemudian dapat mengalami flare-up. Orang lain mungkin tidak pernah melihat vaskulitis mereka benar-benar terkontrol dan membutuhkan perawatan yang berkelanjutan.

Apakah obat-obatan yang biasa dipakai mengobati vaskulitis?

Dokter Anda mungkin meresepkan obat kortikosteroid, seperti prednisolon (Lupred®) atau methylprednisolone (Medrol®), untuk membantu mengendalikan peradangan. Efek samping kortikosteroid bisa sangat parah, terutama jika Anda membutuhkannya untuk waktu yang lama. Kemungkinan efek sampingnya meliputi kenaikan berat badan, diabetes dan penipisan tulang (osteoporosis). Jika kortikosteroid diperlukan untuk terapi jangka panjang (perawatan), kemungkinan Anda akan menerima dosis terendah.

Obat lain mungkin diresepkan dengan kortikosteroid untuk mengendalikan peradangan sehingga dosis kortikosteroid dapat diturunkan lebih cepat. Obat-obat ini kadang-kadang disebut penghemat-steroid dan mungkin termasuk metothrexate (MTX), azathioprine (Imuran), mycophenolate (Cellcept) atau siklofosfamid (cytoxan).

Pengobatan spesifik yang Anda perlukan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan vaskulitis yang Anda miliki, organ mana yang terlibat, dan masalah medis lainnya yang Anda miliki. Terapi biologis seperti rituximab (Rituxan) atau tocilizumab (Actemra) mungkin direkomendasikan, tergantung pada tipe vaskulitis yang Anda miliki.

Kapankah vaskulitis memerlukan operasi?

Terkadang, vaskulitis menyebabkan tonjolan seperti balon (aneurisma) terbentuk di dinding pembuluh darah. Tonjolan ini mungkin perlu dioperasi. Arteri yang diblokir juga mungkin memerlukan perawatan bedah.

Bagaimana cara hidup sehat dengan vaskulitis?

Salah satu tantangan hidup terbesar Anda dengan vaskulitis adalah bagaimana dapat mengatasi efek samping obat. Saran berikut bisa membantu:

Referensi

Mayo Clinic Patient Education, diakses 23 November 2017 dari www.mayoclinic.com